Archive for February, 2010

Asal-usul nama2 Pulau besar Indonesia

Sumatera:

Nama asli Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh (bahasa Minangkabau, berarti pulau emas) kita jumpai dalam cerita Cindur Mata dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau Sumatera. Seorang musafir dari Cina yang bernama I-tsing (634-713), yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.

Dalam berbagai prasasti, Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa.

Para musafir Arab menyebut Sumatera dengan nama Serendib (tepatnya: Suwarandib), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Namun ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilangka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa.

Lalu dari manakah gerangan nama “Sumatera” yang kini umum digunakan baik secara nasional maupun oleh dunia internasional? Ternyata nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau.

Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pardenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.

Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau Samatrah. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama Camatarra. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama Samatara, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama Samatra. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu Camatra, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya Camatora. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: Somatra. Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: Samoterra, Samotra, Sumotra, bahkan Zamatra dan Zamatora.

Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatra. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah kita: Sumatera

Jawa:

Asal-usul nama ‘Jawa’ tidak jelas. Salah satu kemungkinan adalah bahwa para musafir dari India menamakan pulau ini berdasarkan tanaman jáwa-wut, yang sering dijumpai . Ada kemungkinan lain sumber: kata Jau dan variasinya berarti “di luar” atau “jauh”. Dan, dalam bahasa Sansekerta yava berarti barley atau Jelai atau Jawawut, tanaman yang terkenal pulau itu. Sumber lain menyatakan bahwa kata “Jawa” berasal dari Proto-Austronesia yang berarti ‘rumah’.

Kalimantan:

• Pertama.
Borneo dari kata Kesultanan Brunei Darussalam yang sebelumnya merupakan kerajaan besar dan luas (mencakup Serawak dan sebagian Sabah karena sebagian Sabah ini milik kesultanan Sulu-Mindanao. Para pedagang Portugis menyebutnya Borneo dan digunakan oleh orang-orang Eropa. Di dalam Kakimpoi Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365 Kerajaan Brunei kuno disebut “Barune”, sehingga ada pula yang menyebutnya “Waruna Pura”. Namun penduduk asli menyebutnya sebagai pulo Klemantan.
• Kedua.
Menurut Crowfurd dalam Descriptive Dictionary of the Indian Island (1856), kata Kalimantan adalah nama sejenis mangga sehingga pulau Kalimantan adalah pulau mangga namun dia menambahkan bahwa kata itu berbau dongeng dan tidak populer.
• Ketiga.
Menurut Dr. B. Ch. Chhabra dalam jurnal M.B.R.A.S vol XV part 3 hlm 79 menyebutkan kebiasaan bangsa India kuno menyebutkan nama tempat sesuai hasil bumi seperti jewawut dalam bahasa sanksekerta yawa sehingga pulau itu disebut yawadwipa yang dikenal sebagai pulau Jawa sehingga berdasarkan analogi itu pulau itu yang dengan nama Sansekerta Amra-dwipa atau pulau mangga.
• Keempat.
Menurut dari C.Hose dan Mac Dougall menyebutkan bahwa kata Kalimantan berasal dari 6 golongan suku-suku setempat yakni Dayak Laut (Iban), Kayan, Kenya, Klemantan, Munut, dan Punan. Dalam karangannya, Natural Man, a Record from Borneo (1926), C Hose menjelaskan bahwa Klemantan adalah nama baru yang digunakan oleh bangsa Melayu.
• Kelima.
Menurut W.H Treacher dalam British Borneo dalam jurnal M.B.R.A.S (1889), mangga liar tidak dikenal di Kalimantan utara. Lagi pula Borneo tidak pernah dikenal sebagai pulau yang menghasilkan mangga malah mungkin sekali dari sebutan Sago Island (pulau Sagu) karena kata Lamantah adalah nama asli sagu mentah.
• Keenam.
Menurut Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya Sriwijaya (LKIS 2006), kata Kalimantan bukan kata melayu asli tapi kata pinjaman sebagai halnya kata malaya, melayu yang berasal dari India (malaya yang berarti gunung). Kalimantan atau Klemantan berasal dari Sanksekerta, Kalamanthana yaitu pulau yang udaranya sangat panas atau membakar (kal[a]: musim, waktu dan manthan[a]: membakar). Karena vokal a pada kala dan manthana menurut kebiasaan tidak diucapkan, maka Kalamanthana diucap Kalmantan yang kemudian disebut penduduk asli Klemantan atau Quallamontan yang akhirnya diturunkan menjadi Kalimantan.

Sulawesi:

Orang Portugis adalah yang pertama merujuk ke Sulawesi sebagai ‘Celebes’. Arti nama ini tidak jelas. Satu teori mengklaim kalau itu berarti “sulit untuk dicapai” karena pulau tersebut dikelilingi arus laut dan air dan sungai yang deras. Nama modern ‘Sulawesi’ mungkin berasal dari kata-kata sula ( ‘pulau’) dan besi ( ‘besi’) dan dapat merujuk kepada sejarah ekspor besi dari Danau Matano yang kaya akan deposit bijih besi.

Irian Jaya atau Papua:

Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea).

Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002. Irian sendiri merupakan kependekan dari Ikut Republik Indonesia, Anti Nederland (join/follow the Republic of Indonesia, rejecting the Netherlands)

Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.

Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.

kaskus.us

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0 (from 0 votes)

game dengan anggaran paling besar di dunia

Industri Video Game saat ini dengan cepatnya mendekati film-film Hollywood dalam hal ukuran anggaran permbuatan, malah kadang sering kali melampauinya.
Pada awal tahun 90-an, anggaran pembuatan video game masih $ 100.000 – dan ketika DOOM dirilis pada tahun 1993 memakan biaya sebesar $ 200.000 dan telah disebut-sebut sebagai salah satu permainan yang paling mahal saat itu.
Berbeda dengan video game yang ada saat ini, yang nyaris mendekati anggaran sebuah film produksi Hollywood.

Berikut ini adalah top 10 video game yang membutuhkan anggaran termahal yang pernah di buat:

10. Killzone 2: Dengan Anggaran Pembuatan $45 juta

Salah satu game yang paling di jagokan oleh PS3, dan merupakan game yang telah dikembangkan selama lebih dari empat tahun.
Killzone 2, yang pada awalnya memiliki anggaran sebesar $ 20 juta. Yang kemudian membengkak menjadi $ 30 juta. Selanjutnya, pada tahap pengembangan game ini, anggaran kembali membengkak hingga mencapai $ 40 juta, sampai pada akhirnya total anggaran yang dibutuhkan untuk pembuatan game ini adalah sebesar $ 45 juta.

9. Final Fantasy XII: Dengan Anggaran Pembuatan $48 juta

Game Final Fantasy telah dikenal banyak orang di seluruh penjuru dunia dengan kualitasnya yang luar biasa. Pada seri game Final Fantasy XII kali ini membutuhkan anggaran pembuatan hingga mencapai $ 48 juta, dan jumlah tersebut belum termasuk biaya pemasaran. Kelanjutan dari game ini, yaitu Final Fantasy XIII dikabarkan membutuhkan anggaran pembuatan paling tidak 50% lebih tinggi dari dari game versi yang terakhirnya.

8. LA Noire: Dengan Anggaran Pembuatan $50 juta

La Noire, baru-baru ini disebutkan sebagai “salah satu game yang paling mahal dalam segi pembuatannya”, ucap Tom Crago, presiden dari Game Developers ‘Association of Australia. Sementara itu, hal tersebut mungkin terlalu dibesar-besarkan untuk mengangkat game Australia yang sedang berkembang (LA Noire dikembangkan di Australia), dan bukan rahasia lagi bahwa Rockstar LA Noire memang termasuk game dengan anggaran yang sangat besar, yaitu hingga US $ 50 juta, yang kesemuanya itu ditujukan guna menciptakan sinematik yang benar-benar nyata dalam sebuat video game, di mana sebagian besar background dari game tersebut adalah kota Los Angeles di tahun 1940-an.

7. APB : Dengan Anggaran Pembuatan $50 juta

APB telah berada dikembangkan selama 5 tahun, Game yang di buat oleh Realtime Worlds sering disebut sebagai game paling mahal yang pernah dibuat. Pendiri Realtime Worlds, Dave Jones pendiri harus menaikkan modal hingga mencapai $ 50 juta untuk merealisasikan game produksi perusahaannya tersebut.

6. Halo 3 : Dengan Anggaran Pembuatan $55 juta

Game Halo, merupakan game yang telah cukup berhasil bagi Bungie dan Microsoft sehingga mereka menyediakan anggaran yang tidak terbatas. Pada Game Halo 3 ini, anggaran yang dibutuhkan hingga mencapai $ 55 juta, sedangkan untuk promosinya Microsoft telah menghabiskan anggaran hingga lebih dari $ 200 juta.

5. Metal Gear Solid 4 : Dengan Anggaran Pembuatan $60 juta

Game yang disebut-sebut sebagai game terbesar, tercantik dan paling kompleks, Metal Gear Solid merupakan salah satu game dengan nilai-nilai produksi yang mengagumkan dan memilliki visual terbaik saat itu. Pada versi Metal Gear Solid 4, dibutuhkan 4 tahun penuh untuk proses pembuatannya, dan membutuhkan anggaran hingga $ 60 juta, yang terdiri dari saham dari Kojima Prooducitons Kojima dan Sony.

4. Too Human : Dengan Anggaran Pembuatan $60 juta +



Terkadang, anggaran pembuatan sebuah game nyaris sama dengan anggaran pembuatan sebuah film. Semakin banyak kendala dalam proses pembuatannya, maka akan semakin membengkak pula anggaran pembuatan sebuah game. Seperti halnya dengan game Too Human disini, karena alasan rumitnya proses pembuatannya, menjadikan game ini termasuk jajaran game termahal dalam hal anggran pembuatan, yaitu sekitar $ 60 juta.

3. Shenmue : Dengan Anggaran Pembuatan $70 juta

Sebuah game yang memegang rekor sebagai game yang paling mahal selama hampir 10 tahun. Saat awal pengembangan Game ini memang tidak terlalu terdengar anggaran yang luar biasa mahal tersebut, namun lama kelamaan akhirnya terkuak juga, bahwa game ini memakan anggaran hingga $70 juta. Game Shenmue ini menawarkan explorable yang luas, sistem cuaca yang lengkap, dan begitu banyak detail halus dan juga fitur yang sangat lengkapnya.

2. Gran Turismo 5 : Dengan Anggaran Pembuatan $80 juta

Game yang di set untuk menjadi game terbesar dalam sejarah game balap, Gran Turismo, yang proses pengembangan dan pembuatannya membutuhkan waktu selama 5, memiliki fitur lebih dari 1.000 mobil, masing-masing mobil tersebut dibuat dengan susah payah diciptakan untuk disajikan secara nyata (dan sempurna). Anggaran yang resmi pada pertengahan 2008 membengkak hingga mencapai $ 80 juta, sehingga menjadikannya game paling mahal dalam sejarah.

1. Grand Theft Auto 4 : Dengan Anggaran Pembuatan $100 juta

Ini dia, Game dengan anggaran termahal di dunia, Grand Theft Auto 4, dibuat selama lebih dari 3 setengah tahun, dan melibatkan lebih dari 1000 pekerja pada proses pengembangan dan pembuatannya. Lingkup yang ditawarkan dalam game ini adalah suasana kota New York, yang lengkap dengan segala atribut-atributnya. Termasuk hak atas ratusan trek musik yang dapat didengar dalam permainan tersebut.
Harga untuk merekam master untuk setiap lagu sekitar $ 10.000. Ada banyak konten dalam game ini, sehingga menjadikannya sebagai satu-satunya game dengan anggaran termahal yang pernah dibuat di dunia saat ini, yaitu sebesar $ 100 juta.

VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0 (from 0 votes)
 Page 1 of 15  1  2  3  4  5 » ...  Last »